<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>Jateng Memanggil</title>
                <atom:link href="https://jateng.memanggil.co/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jateng.memanggil.co/</link>
                <description>Lokal untuk Jawa Tengah</description>
                <lastBuildDate>Tue, 25 Aug 2026 09:12:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://jateng.memanggil.co/</generator>
                <image>
                    <url>https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>Jateng Memanggil</title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Gus Rozin Tak Ingin Kader NU Hanya Jadi Penonton, 8 Anak Muda Dikirim Kuliah ke Tiongkok]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5811-gus-rozin-tak-ingin-kader-nu-hanya-jadi-penonton-8-anak-muda-dikirim-kuliah-ke-tiongkok</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5811-gus-rozin-tak-ingin-kader-nu-hanya-jadi-penonton-8-anak-muda-dikirim-kuliah-ke-tiongkok</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 09:12:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mendorong kader muda Nahdliyin tidak hanya]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATENG MEMANGGIL - </strong>Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mendorong kader muda Nahdliyin tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan global. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka akses pendidikan internasional hingga mengirim kader muda NU Jawa Tengah untuk kuliah di Tiongkok.</span></p>
<p>Sebanyak delapan kader NU Jawa Tengah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok. Mereka dilepas dalam acara di Kantor PWNU Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026).</p>
<p>Gus Rozin menilai pengembangan sumber daya manusia harus menjadi investasi utama organisasi. NU membutuhkan kader yang tidak hanya memahami tradisi dan nilai ke-NU-an, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan mampu berkompetisi di tingkat global.</p>
<p>&ldquo;Kader NU harus mendunia,&rdquo; kata Gus Rozin, ditulis Selasa (25/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Bagi Gus Rozin, pesan tersebut bukan sekadar slogan. Pengiriman delapan kader ke Tiongkok menjadi salah satu bentuk konkret dari gagasan tersebut.</p>
<p>Program ini dikembangkan melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah. Para penerima beasiswa merupakan murid berprestasi yang sebelumnya mendapatkan pembinaan dan pendampingan.</p>
<p>Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan, proses pembinaan dilakukan sejak sebelum peserta diterima di perguruan tinggi tujuan.</p>
<p>Para calon mahasiswa menjalani Karantina Bahasa Mandarin sebagai bagian dari persiapan menghadapi pendidikan di Tiongkok.</p>
<p>&ldquo;Program pendampingan di PWNU Jateng dirancang untuk membekali peserta dengan kecakapan berbahasa Mandarin, kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat, serta kesiapan akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok,&rdquo; ujar Fakhruddin.</p>
<p>Persiapan tersebut penting karena para peserta akan masuk ke lingkungan pendidikan dan budaya yang berbeda dengan Indonesia.</p>
<p>Selain bahasa, mereka dituntut mampu menyesuaikan diri dengan sistem akademik dan kehidupan sosial di negara tujuan.</p>
<p>Delapan kader tersebut juga tidak dikirim untuk menempuh satu bidang keilmuan tertentu. Mereka mengambil program studi yang beragam dan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia masa kini.</p>
<p>Suryono dari SMKS Ma'arif Karya Nugraha Boyolali akan belajar Electrical Engineering and Automation di Guangxi University.</p>
<p>Afrizal Robifatih Zakhan dari MA Nahdlatul Ulama Lasem menempuh Urban and Rural Planning di Dalian University of Technology.</p>
<p>Amhar Abimanyu dari LP Ma'arif NU Klaten mengambil Art & Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Akhmad Khafidz Al Mubarak dari MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kabupaten Kudus mengambil Computer Science and Technology di kampus yang sama.</p>
<p>Annahdliyah dari SMA Ma'arif NU 1 Kemranjen menempuh Food Hygiene Quality di Shandong University of Traditional Chinese Medicine.</p>
<p>Putri Chanda Cantika dari LP Ma'arif NU Kebumen mengambil Clinical Medicine di universitas tersebut.</p>
<p>Sedangkan Danisy Ahza dan Lucky Lituhayu Al Fahrisi dari LP Ma'arif NU Kudus akan belajar International Economics and Trade di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power.</p>
<p>Bidang yang dipilih memperlihatkan spektrum keahlian yang luas. Ada teknik, teknologi, komputer, perencanaan wilayah, kesehatan, seni hingga ekonomi internasional.</p>
<p>Gus Rozin menilai kaderisasi NU harus mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Menurut dia, organisasi membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan profesional dan dapat mengambil peran dalam berbagai sektor.</p>
<p>Karena itu, pendidikan tinggi menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan kader.</p>
<p>Pengalaman belajar di luar negeri juga memiliki nilai strategis. Kader tidak hanya mendapatkan ilmu dari ruang kelas, tetapi juga berhadapan dengan lingkungan internasional.</p>
<p>Mereka dapat membangun jaringan, mengenal budaya baru dan melihat perkembangan ilmu pengetahuan dari perspektif yang berbeda.</p>
<p>Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan NU dan masyarakat.</p>
<p>Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa lembaga pendidikan NU dapat menjadi pintu masuk menuju pendidikan global.</p>
<p>LP Ma'arif NU Jawa Tengah tidak hanya berfungsi dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga mendorong peserta didiknya memiliki akses terhadap peluang akademik internasional.</p>
<p>Bagi Gus Rozin, investasi semacam itu penting karena kualitas kader akan menentukan kemampuan NU menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>Kader yang kuat secara keilmuan dan memiliki pengalaman internasional diharapkan mampu menjadi penghubung antara NU dengan perkembangan global.</p>
<p>Keberangkatan delapan kader tersebut juga menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring pendidikan internasional PWNU Jawa Tengah.</p>
<p>Di tengah persaingan global, kader NU diharapkan tidak hanya menjadi penerima perubahan, tetapi ikut mengambil peran di dalamnya.</p>
<p>Karena itu, pesan &ldquo;kader NU harus mendunia&rdquo; diterjemahkan melalui program yang memberikan kesempatan kepada kader muda untuk belajar di luar negeri.</p>
<p>Delapan kader tersebut kini membawa kesempatan sekaligus tanggung jawab. Mereka akan belajar di Tiongkok, mengembangkan kompetensi dan membangun pengalaman internasional.</p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali dengan pengetahuan dan jejaring baru untuk berkontribusi bagi masyarakat dan Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari agenda lebih besar PWNU Jawa Tengah untuk menjadikan pendidikan dan pengembangan SDM sebagai kekuatan utama kaderisasi.</p>
<p>Bukan hanya mencetak kader yang aktif dalam organisasi, tetapi menyiapkan generasi Nahdliyin yang mampu masuk ke berbagai bidang keahlian dan bersaing di tingkat dunia.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin1.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[8 Kader NU kuliah ke Tiongkok. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[8 Kader NU Jateng Berangkat ke Tiongkok, Belajar Teknik hingga Kedokteran]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5810-8-kader-nu-jateng-berangkat-ke-tiongkok-belajar-teknik-hingga-kedokteran</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5810-8-kader-nu-jateng-berangkat-ke-tiongkok-belajar-teknik-hingga-kedokteran</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 09:09:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL - Delapan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah bersiap memulai pendidikan tinggi di Tiongkok. Mereka mendapatkan beasiswa untuk belajar]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATENG MEMANGGIL -</strong> Delapan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah bersiap memulai pendidikan tinggi di Tiongkok. Mereka mendapatkan beasiswa untuk belajar di sejumlah perguruan tinggi dengan bidang keilmuan yang beragam.</span></p>
<p>Pelepasan kedelapan kader tersebut berlangsung di Kantor PWNU Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026).</p>
<p>Program tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas internasional Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah di bawah kepemimpinan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah.</p>
<p>Para penerima beasiswa merupakan murid berprestasi yang berada di bawah binaan dan pendampingan LP Ma'arif NU Jawa Tengah.</p>
<p>Sebelum berangkat, mereka menjalani proses persiapan melalui program Karantina Bahasa Mandarin.</p>
<p>Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan, pembekalan dilakukan untuk memastikan para peserta memiliki kesiapan sebelum memasuki lingkungan pendidikan di Tiongkok.</p>
<p>&ldquo;Program pendampingan di PWNU Jateng dirancang untuk membekali peserta dengan kecakapan berbahasa Mandarin, kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat, serta kesiapan akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok,&rdquo; jelas Fakhruddin, ditulis Selasa (25/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Delapan peserta tersebut datang dari sejumlah lembaga pendidikan yang berada dalam ekosistem LP Ma'arif NU Jawa Tengah.</p>
<p>Suryono dari SMKS Ma'arif Karya Nugraha Boyolali akan belajar Electrical Engineering and Automation di Guangxi University.</p>
<p>Afrizal Robifatih Zakhan dari MA Nahdlatul Ulama Lasem diterima di Dalian University of Technology pada bidang Urban and Rural Planning.</p>
<p>Amhar Abimanyu dari LP Ma'arif NU Klaten akan mendalami Art & Technology di kampus yang sama.</p>
<p>Sementara Akhmad Khafidz Al Mubarak dari MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kabupaten Kudus mengambil Computer Science and Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Bidang kesehatan menjadi pilihan Annahdliyah dari SMA Ma'arif NU 1 Kemranjen. Ia akan belajar Food Hygiene Quality di Shandong University of Traditional Chinese Medicine.</p>
<p>Putri Chanda Cantika dari LP Ma'arif NU Kebumen mengambil Clinical Medicine di universitas tersebut.</p>
<p>Sementara Danisy Ahza dan Lucky Lituhayu Al Fahrisi dari LP Ma'arif NU Kudus mengambil International Economics and Trade di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power.</p>
<p>Delapan mahasiswa tersebut akan menempuh bidang yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama berasal dari lingkungan pendidikan NU Jawa Tengah.</p>
<p>Gus Rozin menilai kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembentukan kader yang memiliki wawasan global.</p>
<p>&ldquo;Kader NU harus mendunia,&rdquo; tegas Gus Rozin.</p>
<p>Menurut dia, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin luas. Perkembangan teknologi, perubahan ekonomi dan keterhubungan antarnegara membuat kader NU harus memiliki kemampuan untuk berinteraksi dalam lingkungan global.</p>
<p>Karena itu, pengembangan SDM menjadi agenda penting di lingkungan PWNU Jawa Tengah.</p>
<p>Pengiriman mahasiswa ke Tiongkok juga dipandang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi organisasi. Para kader berpotensi membangun jejaring dengan perguruan tinggi, mahasiswa dan berbagai komunitas selama berada di luar negeri.</p>
<p>Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke Indonesia.</p>
<p>Bagi LP Ma'arif NU Jawa Tengah, program ini juga menjadi bentuk perluasan akses pendidikan bagi kader dan peserta didik NU.</p>
<p>Jika selama ini pendidikan NU identik dengan penguatan lembaga pendidikan di dalam negeri, program beasiswa internasional membuka ruang baru agar peserta didik dapat masuk ke kampus-kampus di luar negeri.</p>
<p>Persiapan melalui Karantina Bahasa Mandarin juga menjadi bagian dari sistem pendampingan yang dilakukan sebelum keberangkatan.</p>
<p>Program tersebut memperlihatkan bahwa pengiriman mahasiswa ke luar negeri membutuhkan persiapan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyangkut kemampuan bahasa, adaptasi budaya dan kesiapan akademik.</p>
<p>Kedelapan kader tersebut kini membawa kesempatan untuk mengembangkan diri di lingkungan baru.</p>
<p>Di Tiongkok, mereka akan belajar sesuai bidang masing-masing sekaligus berinteraksi dengan sistem pendidikan yang berbeda.</p>
<p>PWNU Jawa Tengah berharap pengalaman tersebut kelak dapat memberikan kontribusi lebih luas.</p>
<p>Para kader diharapkan mampu mengembangkan keahlian yang diperoleh dan menggunakannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Keberangkatan delapan kader ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Gus Rozin membangun generasi NU yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keorganisasian, tetapi juga memiliki kompetensi profesional.</p>
<p>Dari teknik hingga kedokteran, dari ilmu komputer hingga ekonomi internasional, mereka membawa beragam keahlian yang kelak dapat menjadi bagian dari kekuatan sumber daya manusia NU.</p>
<p>Program tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan dapat digunakan sebagai instrumen kaderisasi sekaligus membuka jalan bagi kader muda Nahdliyin untuk memasuki panggung global.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin1.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[8 Kader NU Jateng kuliah ke Tiongkok. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[8 Kader NU Jateng Tembus Kampus Tiongkok, Gus Rozin Dorong Kaderisasi Naik Kelas]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5809-8-kader-nu-jateng-tembus-kampus-tiongkok-gus-rozin-dorong-kaderisasi-naik-kelas</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5809-8-kader-nu-jateng-tembus-kampus-tiongkok-gus-rozin-dorong-kaderisasi-naik-kelas</guid>
                    <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 09:06:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mulai mendorong pola kaderisasi yang lebih terbuka terhadap pendidikan internasional.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATENG MEMANGGIL -</strong> Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mulai mendorong pola kaderisasi yang lebih terbuka terhadap pendidikan internasional. Salah satu buktinya, delapan kader muda NU Jawa Tengah diberangkatkan untuk melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok.</span></p>
<p>Kedelapan kader tersebut dilepas dalam acara di Kantor PWNU Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026). Mereka merupakan penerima beasiswa yang sebelumnya mendapatkan pembinaan dari Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah.</p>
<p>Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan, para peserta merupakan murid berprestasi yang selama ini berada dalam binaan lembaga pendidikan NU.</p>
<p>Namun, proses menuju perguruan tinggi di Tiongkok tidak dilakukan secara instan. Para peserta terlebih dahulu mendapatkan pendampingan, termasuk melalui program Karantina Bahasa Mandarin.</p>
<p>&ldquo;Program pendampingan di PWNU Jateng dirancang untuk membekali peserta dengan kecakapan berbahasa Mandarin, kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat, serta kesiapan akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok,&rdquo; ungkap Fakhruddin, ditulis Selasa (25/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Pembekalan tersebut menjadi bagian dari strategi agar kader yang dikirim tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi lingkungan pendidikan dan sosial yang berbeda.</p>
<p>Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menilai pola tersebut perlu dikembangkan secara berkelanjutan.</p>
<p>Menurutnya, NU harus memiliki kader yang mampu memasuki ruang-ruang global. Pendidikan menjadi salah satu jalur untuk mempersiapkan generasi tersebut.</p>
<p>&ldquo;Kader NU harus mendunia,&rdquo; kata Gus Rozin.</p>
<p>Pesan tersebut menjadi salah satu arah pengembangan sumber daya manusia di lingkungan PWNU Jawa Tengah. Kader tidak cukup hanya memahami persoalan di lingkungannya sendiri, tetapi juga perlu memiliki wawasan dan kompetensi untuk menghadapi perkembangan dunia.</p>
<p>Delapan kader yang diberangkatkan mengambil bidang studi yang cukup beragam.</p>
<p>Suryono dari SMKS Ma'arif Karya Nugraha Boyolali diterima di Guangxi University pada program Electrical Engineering and Automation.</p>
<p>Afrizal Robifatih Zakhan dari MA Nahdlatul Ulama Lasem melanjutkan pendidikan Urban and Rural Planning di Dalian University of Technology.</p>
<p>Amhar Abimanyu dari LP Ma'arif NU Klaten mengambil Art & Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Akhmad Khafidz Al Mubarak dari MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kabupaten Kudus menempuh Computer Science and Technology di Dalian University of Technology.</p>
<p>Annahdliyah dari SMA Ma'arif NU 1 Kemranjen mengambil Food Hygiene Quality di Shandong University of Traditional Chinese Medicine.</p>
<p>Putri Chanda Cantika dari LP Ma'arif NU Kebumen mengambil Clinical Medicine di kampus yang sama.</p>
<p>Dua kader dari LP Ma'arif NU Kudus, yakni Danisy Ahza dan Lucky Lituhayu Al Fahrisi, mengambil International Economics and Trade di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power.</p>
<p>Keragaman disiplin ilmu tersebut menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan kader NU di masa depan.</p>
<p>Ada yang akan mendalami teknik dan teknologi, ilmu komputer, perencanaan wilayah, kesehatan, seni dan teknologi hingga ekonomi internasional.</p>
<p>PWNU Jawa Tengah melihat pengalaman belajar di luar negeri bukan sekadar pencapaian akademik. Para kader juga akan memperoleh pengalaman berinteraksi dengan lingkungan internasional.</p>
<p>Pengalaman tersebut dapat menjadi modal dalam membangun jejaring dan memperluas perspektif ketika mereka kembali ke Indonesia.</p>
<p>Program tersebut juga menunjukkan peran LP Ma'arif NU dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi peserta didik dari lembaga pendidikan NU.</p>
<p>Sejak awal kepemimpinannya di PWNU Jawa Tengah, Gus Rozin menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu agenda strategis.</p>
<p>Ia mendorong agar kader muda Nahdliyin memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman, termasuk penguasaan teknologi, bahasa asing dan wawasan global.</p>
<p>Dengan keberangkatan delapan kader tersebut, program pendidikan internasional di lingkungan NU Jawa Tengah mulai memiliki hasil yang konkret.</p>
<p>Mereka kini menjadi bagian dari generasi muda NU yang akan menjalani pendidikan di luar negeri dengan bidang keilmuan yang berbeda-beda.</p>
<p>Harapannya, pengalaman akademik di Tiongkok dapat kembali menjadi kekuatan bagi NU ketika para kader menyelesaikan pendidikan dan mengabdikan ilmu di tengah masyarakat.</p>
<p>Program itu sekaligus menjadi pesan bahwa kaderisasi NU tidak harus berhenti pada ruang-ruang lokal. Kader muda Nahdliyin didorong untuk memasuki ruang akademik global, membangun jejaring dan membawa nama pendidikan NU ke tingkat internasional.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin1.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[8 Kader NU Jateng Tembus Kampus Tiongkok. (Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Rozin Bawa Gagasan Besar untuk Menyatukan dan Menguatkan Jam&#039;iyah]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5808-jelang-muktamar-ke-35-nu-gus-rozin-bawa-gagasan-besar-untuk-menyatukan-dan-menguatkan-jamiyah</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5808-jelang-muktamar-ke-35-nu-gus-rozin-bawa-gagasan-besar-untuk-menyatukan-dan-menguatkan-jamiyah</guid>
                    <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 21:29:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tinggal menghitung hari, namun di balik hiruk-pikuk kontestasi kepemimpinan, terdapat pertanyaan yang]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>JATENG MEMANGGIL -</strong> Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tinggal menghitung hari, namun di balik hiruk-pikuk kontestasi kepemimpinan, terdapat pertanyaan yang jauh lebih besar tentang ke mana organisasi akan bergerak setelah forum lima tahunan itu selesai.</span></p>
<p>Pertanyaan tersebut menjadi salah satu titik berangkat KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin dalam menawarkan gagasan kepemimpinan untuk NU lima tahun ke depan.</p>
<p>Muktamar yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026, bukan hanya menjadi ruang untuk menentukan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.</p>
<p>Forum tersebut juga menjadi momentum untuk menentukan prioritas organisasi, memperkuat konsolidasi dan memastikan jaringan besar NU dapat bergerak lebih terarah dalam melayani jamaah.</p>
<p>Di tengah dinamika menjelang Muktamar, Gus Rozin menawarkan tiga agenda yang menurutnya menjadi pekerjaan penting NU, yakni persatuan, kemandirian jam'iyah dan penguatan peran NU sebagai masyarakat sipil.</p>
<p>Tiga agenda itu dirancang sebagai satu rangkaian yang saling berhubungan, dengan persatuan sebagai fondasi, kemandirian sebagai kekuatan dan peran masyarakat sipil sebagai ruang pengabdian.</p>
<p>Gagasan tersebut sekaligus menjadi tawaran agar energi Muktamar tidak berhenti pada persoalan perebutan posisi kepemimpinan.</p>
<p>Sebaliknya, seluruh dinamika menjelang forum diharapkan menjadi pintu masuk menuju konsolidasi organisasi yang lebih kuat.</p>
<p>&ldquo;Dinamika yang terjadi akhir-akhir ini telah menguras energi organisasi, saatnya membuka lembaran baru, Poros Tengah hadir untuk merajut kembali persatuan agar NU kembali fokus pada khidmah kepada umat,&rdquo; demikian gagasan dalam dokumen visi dan misi Gus Rozin, dikutip Minggu (23/8/2026).</p>
<p><strong>Ketika Persatuan Menjadi Kebutuhan</strong></p>
<p>Persatuan menjadi agenda pertama karena NU memiliki jaringan yang terlalu besar untuk dibiarkan berjalan dalam sekat-sekat kelompok.</p>
<p>Pesantren, ulama, lembaga pendidikan, badan otonom, kader dan jamaah merupakan kekuatan sosial yang telah mengakar hingga tingkat lokal.</p>
<p>Jika seluruh potensi tersebut terhubung dengan baik, NU memiliki kemampuan besar untuk menjalankan berbagai program pengabdian.</p>
<p>Sebaliknya, perbedaan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menghabiskan energi organisasi dan mengurangi perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Karena itu, komunikasi menjadi salah satu kunci yang ditekankan dalam gagasan Gus Rozin.</p>
<p>Komunikasi antara struktur dan jamaah perlu diperkuat, sementara hubungan antargenerasi harus terus dijaga agar regenerasi organisasi berlangsung tanpa kehilangan akar tradisi.</p>
<p>Persatuan dalam gagasan tersebut tidak berarti menghapus perbedaan.</p>
<p>Yang dibutuhkan adalah kemampuan menerima perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan tetap bekerja bersama setelah keputusan organisasi ditetapkan.</p>
<p>Dalam konteks itu, Poros Tengah ditawarkan sebagai ruang temu bagi berbagai kelompok yang memiliki pandangan berbeda.</p>
<p>&ldquo;Poros Tengah bukan untuk memenangkan satu pihak, Poros Tengah adalah ikhtiar agar setelah Muktamar, tidak ada lagi kubu-kubu, yang menang adalah Nahdlatul Ulama,&rdquo; demikian penegasan dalam gagasan tersebut.</p>
<p><strong>Mandiri dari Potensi Sendiri</strong></p>
<p>Setelah persatuan, agenda kedua menyangkut kemandirian organisasi. <span style="font-size: 1.1rem;">NU memiliki basis jamaah yang besar, jaringan pesantren yang luas serta berbagai lembaga dan aset yang dapat dikembangkan menjadi sumber kekuatan organisasi.</span></p>
<p>Konsep NU Mandiri diarahkan pada pengelolaan aset secara profesional, pengembangan usaha, kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin.</p>
<p>Namun, kemandirian tidak cukup hanya dengan memiliki aset atau jaringan ekonomi.</p>
<p>Kemandirian membutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel sehingga seluruh potensi organisasi dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.</p>
<p>Gus Rozin juga memasukkan penguatan data organisasi sebagai bagian dari agenda tersebut.</p>
<p>Konsep satu data NU yang berdaulat diharapkan dapat menghasilkan peta organisasi yang lebih jelas mengenai jamaah, kader, pesantren, lembaga pendidikan, aset dan berbagai potensi yang tersedia.</p>
<p>Dengan data yang terintegrasi, keputusan organisasi dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.</p>
<p>Data juga dapat menjadi instrumen untuk melihat potensi ekonomi dan sumber daya manusia yang selama ini tersebar di berbagai daerah.</p>
<p>Pada titik itu, kemandirian bukan hanya berbicara mengenai ekonomi, tetapi juga mengenai kemampuan NU mengelola informasi dan mengambil keputusan secara mandiri.</p>
<p><strong>Memperkuat Peran di Tengah Masyarakat</strong></p>
<p>Agenda ketiga diarahkan pada penguatan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil. <span style="font-size: 1.1rem;">Posisi tersebut penting karena kehidupan NU sejak awal tidak dapat dilepaskan dari masyarakat.</span></p>
<p>Pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi dan lembaga sosial NU telah menjadi bagian dari kehidupan warga di berbagai daerah.</p>
<p>Jaringan tersebut dapat menjadi kekuatan strategis untuk menjawab persoalan pendidikan, ekonomi, sosial, kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Gus Rozin menawarkan penguatan ekosistem pendidikan yang menghubungkan pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, pendidikan profesi dan kaderisasi.</p>
<p>Penguatan tersebut diharapkan menciptakan jalur pengembangan sumber daya manusia yang lebih terintegrasi.</p>
<p>Di sisi lain, kaderisasi perlu dilakukan secara terencana, berjenjang dan berbasis kompetensi agar NU memiliki kader yang mampu mengambil peran di berbagai sektor.</p>
<p>Pesantren tetap menjadi fondasi penting dalam gagasan tersebut. <span style="font-size: 1.1rem;">Penguatan pesantren mencakup peningkatan mutu, tradisi keilmuan, kaderisasi ulama, kesejahteraan serta perluasan jaringan kerja sama.</span></p>
<p>Dengan cara itu, NU diharapkan tidak hanya kuat dalam struktur, tetapi juga semakin terasa kehadirannya dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p><strong>Dari Gagasan ke Prinsip Kepemimpinan</strong></p>
<p>Tiga agenda tersebut kemudian dirangkum dalam visi NU yang berdaulat, bermartabat dan bermanfaat.</p>
<p>&ldquo;Berdaulat dalam mengelola organisasi, bermartabat dalam memimpin, dan bermanfaat dalam khidmah,&rdquo; menjadi rumusan visi yang ditawarkan.</p>
<p>Visi tersebut diperkuat dengan lima prinsip kepemimpinan, yakni akhlakul karimah, musyawarah, keadilan, khidmah dan maslahah.</p>
<p>&ldquo;Memimpin dengan akhlak, bermusyawarah dalam mengambil keputusan, menegakkan keadilan dalam mengelola amanah, berkhidmah kepada jamaah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat,&rdquo; demikian rumusan tersebut.</p>
<p>Dalam konsep itu, kepemimpinan diposisikan sebagai amanah.</p>
<p>Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memenangkan proses politik organisasi, tetapi juga harus mampu menjaga marwah NU dan mengelola organisasi dengan adil.</p>
<p>Jabatan akhirnya ditempatkan sebagai sarana untuk memperbesar manfaat, bukan sebagai tujuan dari kepemimpinan itu sendiri.</p>
<p><strong>Pengalaman yang Menjadi Bekal</strong></p>
<p>Gagasan tersebut berjalan bersama perjalanan Gus Rozin yang panjang di lingkungan pesantren dan NU.</p>
<p>Putra KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal itu tumbuh di lingkungan pesantren Kajen, Pati, Jawa Tengah.</p>
<p>Perjalanan pendidikannya antara lain melalui Pesantren Fathul Ulum Kediri, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, STAI Al-Akidah Jakarta, Monash University Australia dan UIN Walisongo Semarang.</p>
<p>Di NU, ia pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua LP Ma'arif PBNU, Ketua RMI NU Jawa Tengah, Ketua RMI PBNU, Mustasyar PCNU Kabupaten Pati, Katib Syuriah PBNU dan Ketua PWNU Jawa Tengah.</p>
<p>Ia juga memiliki pengalaman dalam ruang pemerintahan, lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan.</p>
<p>Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar tawaran kepemimpinan yang menggabungkan tradisi pesantren, pengalaman organisasi dan pemahaman terhadap perubahan sosial.</p>
<p><strong>Muktamar sebagai Awal, Bukan Akhir</strong></p>
<p>Gus Rozin menempatkan Muktamar ke-35 NU sebagai momentum untuk menentukan arah organisasi selama lima tahun.</p>
<p>&ldquo;Muktamar adalah momentum menentukan arah NU lima tahun ke depan, karena itu, pilihan harus didasarkan pada kepentingan jam'iyah, bukan kepentingan kelompok,&rdquo; demikian pernyataan dalam dokumen tersebut.</p>
<p>Pandangan itu membuat persoalan pasca-Muktamar menjadi sama pentingnya dengan proses menuju Muktamar.</p>
<p>Setelah pemimpin terpilih, seluruh unsur organisasi harus kembali bekerja dalam satu barisan.</p>
<p>Tidak boleh ada kelompok yang merasa harus terus mempertahankan kemenangan dan tidak boleh ada kelompok yang merasa harus terus berada di luar.</p>
<p>Karena itu, gagasan Poros Tengah diarahkan untuk memastikan rekonsiliasi menjadi bagian dari perjalanan NU setelah Muktamar.</p>
<p>Persatuan kemudian menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian.</p>
<p><span style="font-size: 1.1rem;">Kemandirian menjadi modal agar organisasi mampu mengelola sumber daya yang dimiliki. </span><span style="font-size: 1.1rem;">Sementara penguatan masyarakat sipil menjadi cara untuk menerjemahkan seluruh kekuatan tersebut menjadi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.</span></p>
<p>Pada akhirnya, tiga agenda yang dibawa Gus Rozin memiliki satu tujuan besar, yakni menjadikan NU semakin solid dalam menghadapi dinamika internal sekaligus semakin kuat dalam menjalankan peran sosialnya.</p>
<p>Muktamar ke-35 akan menentukan siapa yang menerima mandat memimpin PBNU, tetapi tantangan sesungguhnya dimulai ketika forum tersebut selesai.</p>
<p>Pesantren harus tetap hidup, kader harus terus tumbuh, pendidikan harus berkembang, ekonomi jamaah harus bergerak dan pelayanan sosial harus semakin luas.</p>
<p>Di sanalah kepemimpinan NU akan diuji, bukan hanya melalui keputusan Muktamar, tetapi melalui kemampuan mengubah mandat menjadi kerja nyata.</p>
<p>Dan bagi Gus Rozin, jalan menuju NU yang lebih kuat dimulai dari satu hal mendasar: menyatukan kembali energi jam'iyah untuk kemudian bergerak bersama dalam kemandirian dan pengabdian kepada umat serta bangsa.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-rozin.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Pertemuan dengan PCNU Jatim di Pasuruan. (Jateng Memanggil/Istimewa)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Gus Zaki Minta Peserta Muktamar NU Jangan Digiring, Pilihan Ketua Umum Harus Tetap Merdeka]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5807-gus-zaki-minta-peserta-muktamar-nu-jangan-digiring-pilihan-ketua-umum-harus-tetap-merdeka</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5807-gus-zaki-minta-peserta-muktamar-nu-jangan-digiring-pilihan-ketua-umum-harus-tetap-merdeka</guid>
                    <pubDate>Sat, 22 Aug 2026 10:48:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL - Kontestasi menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai memasuki fase yang semakin dinamis. Di tengah munculnya berbagai nama dan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://jateng.memanggil.co/admin/news/artikel/jateng.memanggil.co">JATENG MEMANGGIL</a> -</strong> Kontestasi menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai memasuki fase yang semakin dinamis. Di tengah munculnya berbagai nama dan konfigurasi kepemimpinan, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ahmad Zaki Fuad atau <a title="Muhammadiyah Kendal Siapkan Layanan Gratis untuk Rombongan Muktamar ke-35 NU" href="https://jateng.memanggil.co/news-5806-muhammadiyah-kendal-siapkan-layanan-gratis-untuk-rombongan-muktamar-ke-35-nu">Gus Zaki</a> mengingatkan agar peserta Muktamar tidak kehilangan kebebasan dalam menentukan pemimpin organisasi.</p>
<p><a title="Yayasan Cahaya Nusantara Raya Gandeng BRI Kendal, Dorong Inklusi Keuangan Lewat Peran BUMN Ultra Mikro" href="https://jateng.memanggil.co/news-5804-yayasan-cahaya-nusantara-raya-gandeng-bri-kendal-dorong-inklusi-keuangan-lewat-peran-bumn-ultra-mikro">Gus Zaki</a> menilai munculnya dukungan, komunikasi antarkandidat hingga silaturahmi ke sejumlah daerah merupakan bagian yang wajar dalam proses menjelang Muktamar. Namun, dinamika tersebut tidak boleh berkembang menjadi upaya mengunci pilihan peserta melalui politik paket sebelum forum resmi berlangsung.</p>
<p>&ldquo;Muktamar jangan dikunci,&rdquo; ujar Gus Zaki, ditulis <a href="https://jateng.memanggil.co/admin/news/artikel/jateng.memanggil.co">Jateng Memanggil</a>, pada Sabtu (22/8/2026).</p>
<p>Menurutnya, Muktamar merupakan forum tertinggi NU yang memiliki mandat menentukan kepemimpinan sekaligus arah organisasi. Karena itu, keputusan mengenai siapa yang akan memimpin PBNU harus tetap lahir dari proses yang berlangsung di dalam forum tersebut.</p>
<p>&ldquo;Jangan mendahului Muktamar,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa pembentukan paket Ketua Umum PBNU dan Rais Aam sebelum Muktamar berpotensi membuat proses pemilihan kehilangan substansinya. Peserta bisa saja menghadapi situasi ketika pilihan seolah telah selesai dibicarakan sebelum mereka masuk ke ruang pengambilan keputusan.</p>
<p>&ldquo;Jangan dikunci dalam paket,&rdquo; katanya.</p>
<p>Bagi <a title="Perkuat Nilai Kebangsaan, Anggota DPR RI Fadholi Ajak Warga Wujudkan Desa Damai dan Sejahtera" href="https://jateng.memanggil.co/news-5801-perkuat-nilai-kebangsaan-anggota-dpr-ri-fadholi-ajak-warga-wujudkan-desa-damai-dan-sejahtera">Gus Zaki</a>, peserta Muktamar bukan sekadar pihak yang datang untuk mengesahkan keputusan yang sudah dibuat sebelumnya. Mereka membawa mandat dari struktur NU di daerah dan memiliki tanggung jawab untuk menentukan figur serta arah organisasi berdasarkan pertimbangan masing-masing.</p>
<p>Karena itu, ia meminta seluruh kandidat lebih banyak menyampaikan gagasan daripada sibuk membangun persepsi mengenai siapa yang akan menjadi pasangan dengan figur tertentu.</p>
<p>Menurutnya, masa depan NU tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan kalkulasi politik menjelang pemilihan.</p>
<p>&ldquo;Lihat gagasannya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Gus Zaki juga menilai rekam jejak pengabdian harus menjadi salah satu pertimbangan penting. Kandidat yang ingin memimpin NU perlu menunjukkan apa yang telah dilakukan dan bagaimana gagasan yang ditawarkan dapat menjawab persoalan organisasi.</p>
<p>Menurutnya, NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu memahami persoalan dari tingkat bawah. Struktur ranting, MWCNU, PCNU hingga PWNU memiliki persoalan yang berbeda dan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami organisasi dari pusat.</p>
<p>Silaturahmi ke daerah, lanjut Gus Zaki, justru dapat menjadi sarana untuk mendengar langsung persoalan tersebut. Karena itu, kunjungan kandidat kepada para kiai dan pengurus NU tidak perlu selalu dicurigai sebagai bagian dari pembentukan paket.</p>
<p>&ldquo;Silaturahmi itu wajar,&rdquo; katanya.</p>
<p>Namun, Gus Zaki kembali mengingatkan adanya batas yang harus dijaga. Silaturahmi merupakan bagian dari tradisi organisasi, sedangkan keputusan mengenai kepemimpinan tetap menjadi kewenangan Muktamar.</p>
<p>&ldquo;Jangan semua dianggap paket,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan pencalonan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, Gus Zaki menyatakan bahwa figur tersebut tidak sedang membawa paket tertentu untuk posisi Rais Aam.</p>
<p>Ia meminta masyarakat NU tidak terjebak pada spekulasi mengenai pasangan politik sebelum proses Muktamar benar-benar berjalan.</p>
<p>&ldquo;Gus Rozin tidak berpaket,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menurut Gus Zaki, perjalanan Gus Rozin ke berbagai daerah lebih tepat dilihat sebagai proses membangun komunikasi dan menyerap aspirasi. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Gus Rozin untuk mendengar suara pengurus dan warga NU dari berbagai latar belakang.</p>
<p>&ldquo;Dia mendengar aspirasi,&rdquo; katanya.</p>
<p>Gus Zaki menilai proses semacam itu penting karena kepemimpinan NU tidak boleh dibangun hanya dari ruang elite. Pemimpin PBNU harus mengetahui secara langsung kebutuhan pesantren, struktur organisasi, kader, jamaah dan masyarakat yang selama ini menjadi basis kekuatan NU.</p>
<p>&ldquo;NU tumbuh dari bawah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga meminta agar kontestasi tidak menimbulkan pembelahan di antara warga Nahdliyin. Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam sebuah forum organisasi besar, tetapi perbedaan tersebut harus dikelola agar tidak merusak persaudaraan.</p>
<p>&ldquo;Beda pilihan jangan bermusuhan,&rdquo; kata Gus Zaki.</p>
<p>Menurutnya, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat harus mampu merangkul seluruh kelompok. Begitu pula kandidat dan pendukungnya harus siap menerima hasil Muktamar sebagai keputusan organisasi.</p>
<p>Dalam pandangan Gus Zaki, persoalan tersebut semakin penting karena NU memasuki fase yang membutuhkan konsolidasi kuat. Tantangan organisasi tidak hanya berada pada persoalan internal, tetapi juga menyangkut pendidikan, ekonomi, kaderisasi, teknologi, pesantren dan kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p>Ia berharap Muktamar menjadi forum untuk membicarakan agenda tersebut secara serius. Perdebatan mengenai figur memang diperlukan, tetapi tidak boleh mengalahkan pembahasan tentang program dan masa depan organisasi.</p>
<p>&ldquo;Jangan hanya bicara orang,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Gus Zaki juga menyinggung hubungan NU dengan pemerintah. Ia berpandangan bahwa NU tetap perlu membangun hubungan konstruktif dengan pemerintah karena banyak persoalan kebangsaan yang membutuhkan kerja sama lintas pihak.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah mitra,&rdquo; katanya.</p>
<p>Namun, hubungan kemitraan tersebut menurutnya tidak boleh diterjemahkan sebagai ruang bagi pemerintah untuk menentukan kepemimpinan internal NU. Organisasi harus tetap memiliki independensi dalam menjalankan mekanisme dan menentukan pemimpinnya.</p>
<p>&ldquo;Internal NU tetap milik NU,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia menyebut kemandirian organisasi sebagai salah satu prinsip yang harus dipertahankan. NU dapat bekerja sama dengan pemerintah, tetapi tetap memiliki kewenangan untuk menentukan sikap dan kepemimpinan berdasarkan kebutuhan organisasi.</p>
<p>Menurut Gus Zaki, NU harus mampu menempatkan diri secara proporsional. Ketika kebijakan pemerintah memberikan manfaat kepada masyarakat, NU dapat memberikan dukungan, tetapi organisasi juga harus memiliki keberanian menyampaikan kritik apabila terdapat kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;NU harus berdaulat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Karena itu, ia meminta isu mengenai hubungan dengan pemerintah tidak dijadikan alat untuk memperuncing kontestasi. Peserta Muktamar sebaiknya fokus pada gagasan dan kemampuan kandidat dalam menjawab persoalan yang dihadapi NU.</p>
<p>Sejumlah pekerjaan rumah, menurut Gus Zaki, membutuhkan perhatian serius dari kepemimpinan baru. Penguatan kaderisasi, pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan ekonomi jamaah, penguatan pesantren dan digitalisasi organisasi merupakan beberapa agenda yang harus dibicarakan.</p>
<p>Ia juga menilai penguatan struktur di tingkat bawah tidak boleh diabaikan. Ranting dan MWCNU merupakan ujung tombak organisasi yang bersentuhan langsung dengan jamaah, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih kuat.</p>
<p>&ldquo;Ranting harus diperkuat,&rdquo; katanya.</p>
<p>Di tengah perubahan sosial yang cepat, NU juga dituntut mampu menjawab kebutuhan generasi muda. Organisasi harus tetap menjaga tradisi ke-NU-an sekaligus membuka ruang bagi inovasi dan perkembangan teknologi.</p>
<p>Gus Zaki berharap kandidat Ketua Umum PBNU membawa visi yang jelas mengenai persoalan tersebut. Peserta Muktamar perlu diberi kesempatan membandingkan gagasan sebelum menentukan pilihan.</p>
<p>&ldquo;Beri ruang semua kandidat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, proses Muktamar tidak sekadar menjadi pertarungan jaringan dukungan. Forum tersebut harus menjadi arena untuk menguji gagasan dan menentukan kepemimpinan yang dianggap mampu membawa NU menghadapi tantangan baru.</p>
<p>Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Menjelang pelaksanaan, komunikasi dan konsolidasi antarkelompok diperkirakan terus berlangsung di berbagai daerah.</p>
<p>Gus Zaki tidak mempersoalkan dinamika tersebut selama tetap berada dalam koridor organisasi. Yang perlu dihindari, menurutnya, adalah munculnya kesan bahwa keputusan Muktamar telah ditentukan jauh sebelum peserta memberikan mandat.</p>
<p>&ldquo;Biarkan Muktamar menentukan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia menilai keputusan yang lahir dari forum resmi akan memberikan legitimasi lebih kuat kepada kepemimpinan terpilih. Sebaliknya, jika peserta merasa pilihan mereka telah diarahkan sebelumnya, potensi persoalan pasca-Muktamar justru dapat semakin besar.</p>
<p>Karena itu, Gus Zaki mengajak seluruh kandidat, pendukung dan struktur NU menjaga suasana tetap kondusif. Kontestasi harus berlangsung dengan adu gagasan, bukan saling menutup ruang.</p>
<p>&ldquo;Jaga persatuan,&rdquo; pesannya.</p>
<p>Pada akhirnya, Gus Zaki ingin Muktamar ke-35 menjadi momentum konsolidasi, bukan sekadar pergantian pengurus. Kepemimpinan baru harus mampu membawa NU semakin kuat, mandiri, bermartabat dan tetap dekat dengan jamaah.</p>
<p>&ldquo;Yang utama masa depan NU,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa dinamika pencalonan boleh berlangsung hingga menjelang Muktamar. Namun, ketika forum resmi dibuka, seluruh pilihan harus kembali kepada peserta yang memiliki mandat organisasi untuk menentukan siapa yang dipercaya memimpin PBNU.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202608/gus-zaki.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[KH Ahmad Zaki Fuad atau Gus Zaki. (Jateng Memanggil/Ist)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Islami]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Muhammadiyah Kendal Siapkan Layanan Gratis untuk Rombongan Muktamar ke-35 NU]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5806-muhammadiyah-kendal-siapkan-layanan-gratis-untuk-rombongan-muktamar-ke-35-nu</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5806-muhammadiyah-kendal-siapkan-layanan-gratis-untuk-rombongan-muktamar-ke-35-nu</guid>
                    <pubDate>Sat, 22 Aug 2026 10:39:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL - Perjalanan peserta dan penggembira Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menuju Jombang mendapat perhatian dari Muhammadiyah Kendal. Jaringan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATENG MEMANGGIL</strong> - Perjalanan peserta dan penggembira Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menuju Jombang mendapat perhatian dari Muhammadiyah Kendal. Jaringan fasilitas kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah di wilayah tersebut disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan dan tempat istirahat gratis bagi rombongan yang melintasi jalur Pantura Kendal.</p>
<p>Fasilitas itu disiapkan menjelang Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Mobilitas warga Nahdliyin menuju lokasi diperkirakan meningkat karena peserta dan penggembira datang dari berbagai daerah, termasuk rombongan yang menempuh perjalanan jauh dari arah barat.</p>
<p>Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Taufik Husein, mengatakan fasilitas tersebut terbuka bagi rombongan yang membutuhkan pertolongan kesehatan selama melintas di wilayah Kendal. Tidak hanya peserta resmi, penggembira dan pengemudi kendaraan rombongan juga dapat memanfaatkan layanan yang disediakan.</p>
<p>&ldquo;Bisa memanfaatkan layanan ini,&rdquo; kata Taufik, ditulis Sabtu (22/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, perjalanan menuju Jombang cukup panjang sehingga kondisi kesehatan peserta maupun pengemudi perlu menjadi perhatian.</p>
<p>Sejumlah fasilitas kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah yang berada di jalur Pantura Kendal disiapkan untuk mendukung pelayanan tersebut. Di antaranya RSI Weleri, RS PKU Aisyiyah Tlahab, dan RSDI Kaliwungu yang berada dalam jaringan layanan kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah di Kendal.</p>
<p>Layanan yang diberikan tidak hanya ditujukan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan serius. Pemeriksaan kesehatan dasar juga disediakan sehingga peserta maupun pengemudi yang merasa kondisi tubuhnya menurun dapat melakukan pengecekan sebelum meneruskan perjalanan.</p>
<p>&ldquo;Cek kesehatan gratis,&rdquo; ujar Taufik.</p>
<p>Ia menyebut fasilitas tersebut sebagai bagian dari ikhtiar agar perjalanan rombongan Muktamar NU tetap berlangsung aman dan nyaman.</p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, Muhammadiyah Kendal juga menyediakan tempat beristirahat secara gratis. Fasilitas tersebut terutama diperuntukkan bagi pengemudi dan rombongan yang membutuhkan jeda setelah menempuh perjalanan panjang.</p>
<p>&ldquo;Kami juga menyediakan tempat istirahat gratis,&rdquo; katanya.</p>
<p>Menurut Taufik, pengemudi tidak seharusnya memaksakan diri terus berkendara ketika tubuh sudah mengalami kelelahan.</p>
<p>Imbauan tersebut menjadi penting karena arus perjalanan menuju Jombang diperkirakan meningkat menjelang pembukaan Muktamar.</p>
<p>Peserta dari berbagai wilayah harus menempuh perjalanan berbeda-beda, bahkan sebagian rombongan datang dari luar Pulau Jawa dan menggunakan jalur darat setelah tiba di Jawa.</p>
<p>Taufik meminta pengemudi memperhatikan kondisi fisik selama perjalanan. Ia menyarankan agar rombongan melakukan istirahat secara berkala sehingga konsentrasi pengemudi tetap terjaga dan risiko kecelakaan akibat kelelahan dapat ditekan.</p>
<p>&ldquo;Jangan dipaksakan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, perjalanan jauh membutuhkan pengaturan waktu agar pengemudi dan penumpang tetap berada dalam kondisi prima ketika melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Muhammadiyah Kendal terhadap penyelenggaraan Muktamar NU.</p>
<p>Dukungan itu diberikan bukan dalam bentuk keterlibatan pada agenda organisasi, melainkan melalui pelayanan sosial kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.</p>
<p>Bagi rombongan dari arah barat, jalur Pantura Kendal menjadi salah satu koridor penting menuju Jawa Timur. Arus kendaraan yang membawa peserta dan penggembira Muktamar NU akan melintasi sejumlah wilayah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jombang.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat kesiapan layanan kesehatan di sepanjang jalur perjalanan memiliki arti penting. Gangguan kesehatan ringan sekalipun dapat menghambat perjalanan jika tidak segera ditangani, terlebih bagi peserta yang harus menempuh perjalanan dalam jarak jauh.</p>
<p>Rombongan yang membutuhkan pelayanan dapat mendatangi fasilitas kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah yang telah disiapkan. Untuk mendapatkan layanan tersebut, peserta dapat menunjukkan identitas diri atau Kartu Tanda Anggota NU (KartaNU).</p>
<p>Pelayanan tersebut juga menunjukkan bahwa persiapan menyambut Muktamar NU tidak hanya berlangsung di Jombang. Daerah-daerah yang menjadi jalur kedatangan peserta turut mengambil peran dengan menyiapkan berbagai kebutuhan yang mungkin diperlukan selama perjalanan.</p>
<p>Muktamar NU ke-35 sendiri diperkirakan akan menghadirkan peserta dan penggembira dalam jumlah besar. Mereka datang dari berbagai wilayah dengan menggunakan kendaraan pribadi, bus rombongan, maupun moda transportasi lainnya.</p>
<p>Dengan mobilitas sebesar itu, persoalan keselamatan dan kesehatan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian perjalanan menuju lokasi Muktamar. Peserta membutuhkan kondisi fisik yang baik agar dapat mengikuti agenda selama berada di Tambakberas.</p>
<p>Muhammadiyah Kendal melalui fasilitas kesehatan yang dimilikinya memilih memberikan dukungan dari sisi tersebut. Layanan kesehatan gratis menjadi bentuk konkret kepedulian kepada masyarakat yang melintas di wilayah Kendal.</p>
<p>&ldquo;Ini bagian dari ikhtiar Muhammadiyah,&rdquo; kata Taufik.</p>
<p>Ikhtiar tersebut diarahkan agar perjalanan warga Nahdliyin berlangsung lebih aman sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk beristirahat apabila mengalami kelelahan.</p>
<p>Dukungan ini juga memperlihatkan sisi lain hubungan sosial antara Muhammadiyah dan NU. Dua organisasi Islam besar tersebut memiliki karakter dan tradisi organisasi masing-masing, tetapi dalam persoalan kemanusiaan keduanya dapat bertemu melalui kegiatan pelayanan masyarakat.</p>
<p>Momentum Muktamar NU menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan semangat tersebut. Ketika warga Nahdliyin bergerak menuju Jombang, masyarakat dan organisasi di daerah yang dilintasi dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya.</p>
<p>Bagi peserta yang melakukan perjalanan dari arah barat, keberadaan layanan kesehatan di Kendal dapat menjadi tempat untuk memastikan kondisi tubuh sebelum meneruskan perjalanan. Sementara bagi pengemudi, fasilitas istirahat dapat dimanfaatkan untuk memulihkan stamina dan menjaga konsentrasi.</p>
<p>Muhammadiyah Kendal juga mengingatkan bahwa perjalanan panjang tidak semestinya ditempuh dengan mengabaikan kondisi tubuh. Istirahat berkala menjadi salah satu langkah sederhana tetapi penting untuk mengurangi risiko kelelahan selama berkendara.</p>
<p>Selain aspek kesehatan, imbauan tersebut juga berkaitan dengan keselamatan seluruh rombongan. Pengemudi yang berada dalam kondisi bugar memiliki konsentrasi lebih baik sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan lebih aman.</p>
<p>Muktamar NU ke-35 di Tambakberas akan berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026. Seiring semakin dekatnya agenda tersebut, arus kedatangan peserta dan penggembira menuju Jombang diperkirakan mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>Kesiapan layanan kesehatan di Kendal menjadi bagian dari dukungan di jalur Pantura. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, pertolongan medis maupun tempat untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Di sisi lain, dukungan tersebut menjadi pesan bahwa keberhasilan sebuah agenda besar tidak hanya ditentukan oleh panitia utama.</p>
<p>Masyarakat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, fasilitas kesehatan dan berbagai elemen lain dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing.</p>
<p>Muhammadiyah Kendal memilih jalur pelayanan kesehatan. Dengan membuka fasilitas secara gratis bagi rombongan Muktamar NU, perhatian terhadap kesehatan peserta menjadi bagian dari semangat menyambut perhelatan besar Nahdlatul Ulama di Jombang.</p>
<p>Kini, menjelang keberangkatan ribuan peserta dan penggembira menuju Tambakberas, jalur Pantura Kendal tidak hanya menjadi jalur lintasan.</p>
<p>Di sepanjang perjalanan itu juga muncul dukungan sosial yang diharapkan membuat perjalanan warga Nahdliyin lebih nyaman, aman, dan sehat hingga tiba di lokasi Muktamar.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202608/rs-muhammadiyah-kendal.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Ketua MPKU PDM Kendal didampingi Humas RSI Kendal saat menjenguk KH. Izuddin Abus Salam di RSI Kendal. (Jateng Memanggil/Ist)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ahmad Adirin]]></dc:creator><category><![CDATA[Berita]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Konsolidasi BMI Kendal Perkuat Soliditas Relawan, Siap Kawal Program Pemerintah hingga Tingkat Desa]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5805-konsolidasi-bmi-kendal-perkuat-soliditas-relawan-siap-kawal-program-pemerintah-hingga-tingkat-desa</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5805-konsolidasi-bmi-kendal-perkuat-soliditas-relawan-siap-kawal-program-pemerintah-hingga-tingkat-desa</guid>
                    <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 11:51:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL- Bolone Mase Indonesia (BMI) Kabupaten Kendal semakin memantapkan langkah organisasinya. 
Melalui kegiatan konsolidasi yang digelar di RM ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">JATENG MEMANGGIL- </strong><span style="font-size: 1.1rem;">Bolone Mase Indonesia (BMI) Kabupaten Kendal semakin memantapkan langkah organisasinya.&nbsp;</span></p>
<p>Melalui kegiatan konsolidasi yang digelar di RM Kampungrasa Weleri, Sabtu (12/7/2026), seluruh jajaran relawan dari berbagai kecamatan menyatakan komitmen untuk memperkuat organisasi sekaligus mendukung program-program pemerintah hingga menyentuh masyarakat di tingkat desa.</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Koordinator Nasional (Kornas) BMI Kuat Hermawan Santoso, Koordinator Daerah (Korda) BMI Kabupaten Kendal Donny Halim Mutiasa, para koordinator kecamatan (Korcam), serta relawan BMI dari seluruh wilayah Kabupaten Kendal.</p>
<p>Suasana konsolidasi berlangsung penuh semangat. Selain menjadi ajang silaturahmi antarrelawan, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah strategis agar gerakan BMI semakin terorganisasi dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Koordinator Nasional BMI, Kuat Hermawan Santoso, menegaskan bahwa konsolidasi merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang solid, disiplin, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.</p>
<p>Menurutnya, BMI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan melalui berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.</p>
<p>"BMI diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Kami siap berpartisipasi menyukseskan program-program Presiden Prabowo Subianto. Seluruh jajaran BMI harus tetap satu komando, menjaga soliditas, dan mengikuti arah organisasi," tegas Kuat.</p>
<p>Ia menambahkan, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah relawan, tetapi juga dari kekompakan, loyalitas, dan kemampuan seluruh anggota dalam bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Daerah BMI Kendal, Donny Halim Mutiasa, menyampaikan bahwa konsolidasi ini menjadi titik awal penguatan organisasi secara menyeluruh. Setelah tingkat kabupaten, penguatan struktur akan dilanjutkan hingga tingkat kecamatan dan desa agar jaringan BMI semakin kokoh.</p>
<p>"Kami ingin seluruh relawan memiliki semangat yang sama dalam menjalankan visi organisasi. Setelah konsolidasi tingkat kabupaten, kami akan bergerak ke tingkat kecamatan hingga desa agar koordinasi semakin efektif dan keberadaan BMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Donny.</p>
<p>Menurutnya, relawan BMI tidak hanya dituntut solid secara organisasi, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan, dan dukungan terhadap program-program pembangunan pemerintah.</p>
<p>Dengan struktur organisasi yang semakin kuat hingga ke tingkat desa, BMI Kendal optimistis mampu menjadi organisasi relawan yang aktif, responsif, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah serta memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan di tengah masyarakat.</p>
<p>Melalui konsolidasi ini, BMI Kendal juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya relawan, serta mengawal berbagai program yang berpihak pada kepentingan masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202607/img-20260712-wa0076.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Keterangan: Koordinator Nasional BMI, Kuat Hermawan Santoso (tengah) bersama relawan BMI Kendal, saat konsolidasi di RM Kampungrasa Weleri, Sabtu 12/7/2026, (Zamroni/dok).]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Zamroni]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Yayasan Cahaya Nusantara Raya Gandeng BRI Kendal, Dorong Inklusi Keuangan Lewat Peran BUMN Ultra Mikro]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5804-yayasan-cahaya-nusantara-raya-gandeng-bri-kendal-dorong-inklusi-keuangan-lewat-peran-bumn-ultra-mikro</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5804-yayasan-cahaya-nusantara-raya-gandeng-bri-kendal-dorong-inklusi-keuangan-lewat-peran-bumn-ultra-mikro</guid>
                    <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 21:53:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL- Upaya mendorong perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat, Yayasan Cahaya Nusantara Raya gandeng BRI Cabang Kendal sosialisasikan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size: 1.1rem;">J</span></strong><strong style="font-size: 1.1rem;">ATENG MEMANGGIL-</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> Upaya mendorong perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat, Yayasan Cahaya Nusantara Raya gandeng BRI Cabang Kendal sosialisasikan peran BUMN Ultra Mikro dalam peningkatan inklusi keuangan masyarakat.</span></p>
<p>Kegiatan yang digelar Yayasan Cahaya Nusantara Rayaitu itu diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan. Turut hadir juga Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firnando Hadityo Ganinduto untuk memberikan aspresiasi kepada Yayasan Cahaya Nusantara Raya.</p>
<p>Adapun rangkaian kegiatan itu meliputi sosialisasi peran BUMN, lomba yel- yel bersama para guru TK se- Kabupaten Kendal dan kegiatan lain sebagainya, yang di gelar di Hotel Sae-inn Kendal, Sabtu (11/07/2026).</p>
<p>Ketua Yayasan Cahaya Nusantara Raya, Amirul Muhsinin, mengatakan bahwa kolaborasi dengan BRI Cabang Kendal ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami berbagai layanan keuangan yang aman dan mudah diakses, sehingga pihakmya menggelar kegiatan sosialisasi tersebut untuk memberikan wawasan dan pemahaman terkait inklusi keuangan masyarakat.</p>
<p>"Karena itu, edukasi seperti ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan untuk mengembangkan usaha maupun memenuhi kebutuhan ekonomi," tandasnya.</p>
<p>Lebih lanjut Amirul menyampan bahwa, melalui kegiatan itu masyarakat juga diajak mengenal berbagai program pemberdayaan yang disediakan BUMN Ultra Mikro.</p>
<p>"Kami berharap setalah ini banyak pelaku UMKM yang mampu naik kelas, mandiri dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," tuturnya.</p>
<p>Sementara, narasumber dari BRI Cabang Kendal, Ayatullah Al Burhani mengatakan bahwa BRI sebagai bagian dari holding ultra mikro terus berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok desa melalui sinergi bersama Pegadaian dan PNM.</p>
<p>Menurutnya, program Ultra Mikro tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha, edukasi literasi keuangan, serta kemudahan layanan perbankan digital agar masyarakat semakin mudah mengelola keuangannya.</p>
<p>"Melalui holding ultra miikro, kami ingin memastikan masyarakat, khususnya pelaku UMKM memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau. Tidak hanya memperoleh modal usaha, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar usahanya bisa berkembang dan naik kelas," ujar Ayatullah.</p>
<p>Ia menambahkan, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.&nbsp;</p>
<p>"Dengan pemahaman yang baik, kami berharap masyarakat mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, serta terhindar dari praktik pinjaman ilegal maupun investasi bodong," tandasnya.</p>
<p>Sementara, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firnando Hadityo Ganinduto memberikan aspresiasimya atas terselenggaranya kegiatan itu. Menurutnya, kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya akses terhadap layanan keuangan formal sebagai salah satu kunci meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat perekonomian keluarga.</p>
<p>"Keberadaan BUMN Ultra Mikro memiliki peran strategis dalam membantu pelaku usaha mikro, kecil dan masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan," paparnya.</p>
<p>Dikatakan, melalui program Ultra Mikro, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh akses permodalan, layanan keuangan, hingga pendampingan usaha. "Dengan begitu, usaha kecil dapat berkembang dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga," pungkasnya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202607/img20260711214655.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Keterangan: Ketua Yayasan Cahaya Nusantara Raya, Amirul Muhsinin (samping) saat sosialisasi peran BUMN Ultra Mikro bersama BRI Kendal, di Hotel Sae Inn Kendal, Sabtu 11/07/2026. (Zamroni/dok)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Zamroni]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Kendal: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Kerja Nyata]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5803-hut-bhayangkara-ke-80-kapolres-kendal-kepercayaan-publik-dibangun-lewat-kerja-nyata</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5803-hut-bhayangkara-ke-80-kapolres-kendal-kepercayaan-publik-dibangun-lewat-kerja-nyata</guid>
                    <pubDate>Wed, 01 Jul 2026 10:01:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL.COM- Semangat pengabdian dan komitmen memperkuat kepercayaan masyarakat menjadi pesan utama dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">JATENG MEMANGGIL.COM</strong><span style="font-size: 1.1rem;">- Semangat pengabdian dan komitmen memperkuat kepercayaan masyarakat menjadi pesan utama dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Kendal di halaman Mapolres Kendal, Rabu (1/7/2026).&nbsp;</span></p>
<p>Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai pengingat bahwa eksistensi Polri hanya akan semakin kuat apabila mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p>Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar selaku Inspektur Upacara.&nbsp;</p>
<p>Upacara diawali dengan penghormatan kepada pasukan, pembacaan Tri Brata dan Catur Prasetya, dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada personel berprestasi, pemberian beasiswa kepada putra-putri anggota Polres Kendal, hingga penyampaian amanat Kapolres.&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan itu, AKBP Hendry Susanto Sianipar menegaskan bahwa tema HUT Bhayangkara tahun ini, "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat," menjadi refleksi perjalanan panjang Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p>"Tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 adalah '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat' yang mengandung makna sangat mendalam. Delapan puluh tahun perjalanan Polri adalah perjalanan panjang pengabdian untuk bangsa dan negara," ujar Kapolres.</p>
<p>Kapolres menekankan bahwa tantangan Polri ke depan semakin kompleks. Karena itu, setiap personel dituntut terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, responsif, transparan, dan berkeadilan.</p>
<p>"Jangan pernah lelah berbuat baik, jangan pernah berhenti melayani, dan jangan pernah menghianati kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tidak lahir dari retorika, tetapi dari kerja nyata," tegas AKBP Hendry Susanto Sianipar.</p>
<p>Pada momen tersebut, Polres Kendal juga memberikan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas.&nbsp;</p>
<p>Penghargaan diberikan kepada anggota yang berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika, personel pelayanan publik yang meraih predikat pelayanan prima, serta Babinsa Koramil 17 Ringinarum sebagai bentuk apresiasi atas sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.</p>
<p>Tidak hanya memberikan apresiasi kepada personel, Polres Kendal juga menyerahkan beasiswa kepada sembilan putra-putri anggota yang berprestasi. Pemberian beasiswa tersebut menjadi bentuk kepedulian institusi terhadap dunia pendidikan sekaligus dorongan agar lahir generasi penerus yang berprestasi dan berkarakter.</p>
<p>Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Polres Kendal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan bahwa Polri terus berkomitmen melakukan pembenahan, memperkuat profesionalisme, serta mempererat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.&nbsp;</p>
<p>"Dengan semangat pengabdian yang telah terbangun selama delapan dekade, diharapkan Polres Kendal mampu terus menghadirkan rasa aman, menjaga stabilitas kamtibmas, dan meningkatkan kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," pungkasnya.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan itu, seluruh jajaran pejabat utama Polres Kendal, Kapolsek, perwira, personel dari seluruh satuan fungsi, Bhabinkamtibmas hingga ASN Polres Kendal dan lain sebagainya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202607/img-20260702-wa0024.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Keterangan: Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, saat memimpin upayacara HUT Bayangkara ke-80, di halaman Mapolres Kendal, Rabu 01/07/2026. (Ist)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Zamroni]]></dc:creator><category><![CDATA[Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Semangat Tahun Baru Hijriah, Fadholi: Kebersamaan adalah Kunci Memperkuat Ketahanan Nasional]]></title>
                    <link>https://jateng.memanggil.co/news-5802-semangat-tahun-baru-hijriah-fadholi-kebersamaan-adalah-kunci-memperkuat-ketahanan-nasional</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jateng.memanggil.co/news-5802-semangat-tahun-baru-hijriah-fadholi-kebersamaan-adalah-kunci-memperkuat-ketahanan-nasional</guid>
                    <pubDate>Tue, 23 Jun 2026 22:06:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATENG MEMANGGIL.COM- Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fadholi, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">JATENG MEMANGGIL.COM</strong><span style="font-size: 1.1rem;">- Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fadholi, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan dalam mendukung ketahanan nasional.</span></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Fadholi menegaskan bahwa semangat hijrah harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>&ldquo;Momentum Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan saling bergotong royong," kata Fadholi, saat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan Tahap V di Kabupaten Semarang, Selasa (23/06/20226).</p>
<p>Lebih lanjut Fadholi menyampaikan, dengan masyarakat yang rukun dan bersatu, ketahanan nasional akan semakin kokoh.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan sehari-hari agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan.</p>
<p>&ldquo;Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus kita rawat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita jadikan semangat hijrah sebagai motivasi untuk membangun Indonesia yang lebih damai, maju, dan sejahtera,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Melalui kegiatan sosialisasi nilai kebangsaan ini dengan tema &ldquo;Dengan Semangat Tahun Baru Hijriah, Menjaga Kebersamaan untuk Mendukung Ketahanan Nasional.&rdquo; Fadholi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta memperkuat rasa cinta tanah air.&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, ketahanan nasional tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap bangsa.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang peserta, Abdurrohman berharap, dengan semangat baru di tahun baru hijriah ini, diharapkan akan bisa membawa Indonesia lebih maju dan berkembang.</p>
<p>"Dengan semangat baru di tahun baru islam ini, semoga bangsa ini akan bisa lebih maju, makmur dan berkembang dan diberi keberkahan," pungkasnya.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jateng.memanggil.co/po-content/uploads/202606/img-20260625-wa0060.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Keterangan: Anggota DPR RI, dari Fraksi Nasdem, Fadholi, saat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan Tahap V di Kabupaten Semarang, Selasa 23/06/20226. (Ist)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Zamroni]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik]]></category></item></channel></rss>