Trending

Gus Miftah Diserbu Pedagang Saat Mengisi Ceramah di Desa Poncorejo Gemuh

Advertisement

JATENG MEMANGGIL- Dai kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, diserbu pedagang kaki lima saat mengisi ceramah di Desa Poncorejo Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (28/02/2024).

Aksi tak terduga yang dilakukan pedagang kaki lima itu bermula, saat pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji asal Yogyakarta itu berceramah mengenai hal sedekah.

Kemudian, dalam ceramahnya itu Gus Miftah membeberkan tata cara bersedekah yang baik hingga mencontohkannya dihadapan para hadirin dengan memanggil salah seorang pedangan kaki lima (red- penjual esteh) untuk diborong dagangannya lalu dibagikan kepengunjung.

Sontak, puluhan pedagang lainnya yang melihat hal itu, langsung menyerbu Gus Miftah yang masih berada di atas panggung. Kedatangan puluhan pedangan di hadapan Gus Miftah itu agar dagangannya juga ikut diborongnya.

Tak disangka, penceramah yang akrab disapa Gus Miftah itu tetap aja mau memborong dagangan dari puluhan pedangan yang mengerumuninya saat ceramah belangsung. Hingga dagangan yang diborong Gus Miftah itu dibagikan kepada pengunjung.

“Pinten bu?” tanya Gus Miftah.

“Lima ribu gus,” jawab penjual es teh.

“Wah ngarah bati akeh (red- wah mengharap untung banyak,” ujar Gus Miftah dengan nada humor yang lantas membuat pengunjung tertawa.

“Lo kok podo moro kabeh (red- lah kok pada datang semua?, ya sudah tak borong semua, bagikan kepada hadirin,” lanjut Gus Miftah sambil bercanda.

Kemudian, sambil melanjutkan ceramah, Gus Miftah menghitung jumlah dagangan yang diborongnya dan memberikan uang kepada para penjual melalui ajudannya.

Diketahui, pengajian rutinan yang menghadirkan Gus Miftah itu dalam rangka memperingati Hari Isra’ Mi’raj 1445 H dan Harlah NU ke-101.

Ketua Panitia, Hendri Dian Nugroho, yang juga menjabat sebagai ketua Lare Krajan Comunity (Lakers.com) yang menjadi salah satu penggagas atau insiator dalam pengajian tersebut mengatakan, kegiatan pengajian tersebut merupakan kegaitan rutinan yang ada di Desa Poncorejo, Gemuh, Kendal.

“Kegiatan pengajian ini merupakan salah satu kegiatan rutinitas warga Poncorejo di setiap tahunnya. Jadi setiap tahunnya warga Poncorejo pasti akan mengadakan pengajian seperti ini. Namun untuk tempatnya bergantian atau bergiliran disetiap dukuh yang ada di Desa Poncorejo,” kata Hendri.

Hendri mejelasakan terkait persiapan dan kesiapan panitia dalam melaksanakan pengajian tersebut. Ia mengatakan kalau jauh- jauh hari bahkan sekitar satu tahun sebelumnya, panitia sudah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk menentukan dai atau penceramah yang akan mengisi pengajian itu.

“Setahun sebelumnya kita sudah mulai menata dan merancang segala sesuai yang dibutuhkan terkait pelaksanaan pengajian ini. Adapun tujuan diadakanya pangajian ini diantaranya yaitu, untuk memupuk keimanan dan menjaga kerukunan serta persatuan dan persatuan warga Poncorejo,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Poncorejo, Rusmanto mengatakan bahwa, dengan adanya pengajian tersebut, tentu akan lebih bisa menambah keimanan dan ketakwaan masyarakat khususnya warga Poncorejo.

“Saya sangat bersyukur kegiatan pengajian ini bisa terlaksana dengan baik meskipun ditengah perbedaan pandangan politik di Pemilu 2024,” ungkapnya.

Dengan adanya pengajian ini, kata Rusmanto, diharapkan bisa membawa manfaat dan masyarak kembali bersatu bergotongroyong membangun desa.

“Semoga dengan adanya pengajian ini masyarakat tetap bisa bersatu, guyup rukun meskipun ditengah perbedaan. Pileg 2024 sudah berjalan dan kita harus bersatu kembali untuk membangun Desa Poncorejo yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *