Launching Program Wajib Ngaji Setelah Magrib, MWC NU Pegandon Lantunkan Sholawat Bersama Gandrung Nabi

Advertisement

JATENG MEMANGGIL- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, melaunching program “Wajib Mengaji Setelah Magrib dan Mematikan Siaran Televisi dan Handphone di Waktu Magrib” bagi masyarakat khusunya warga Nahdliyin, dengan menggelar sholawat bersama Grup Sholawat Gandrung Nabi, di Lapangan Tegorejo, Pegandon, Kendal, Kamis (13/06/2024) malam.

Ketua MWC NU Kecamatan Pegandon, Muhammad Kholid mengatakan bahwa, tujuan dari program “Wajib Mengaji Setelah Magrib dan Mematikan Siaran Televisi dan Handphone di Waktu Magrib” ini untuk melestarikan tradisi atau budaya keagamaan yang menjadi ciri khas warga NU seperti tadarusan, yasinan, tahlilan.

“Melihat kondisi masyarakat secara umum saat ini, dimana budaya menonton siaran televisi atau handphon di waktu magrib sudah menjadi budaya yang mengakar ditengah- tengah masyarakat. Untuk itu kami merancang program ini agar kelestarian atau tradisi budaya agama warga Nu tetap terjaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kholid mengatakan, dalam menjalankan program tersebut, pihaknya akan bekerjasama dan bersinergi dengan lembaga- lembaga NU dan pemerintah setempat.

“Dalam menjalankan ini kita akan berkolaborasi dan bersinergi dengan lembaga- lembaga yang ada di bawah naungan NU dan akan mendorong pemerintah setempat untuk mendukung program tersebut,” paparnya.

Kholid menyampaikan, sedangkan tujuan diadakannya pengajian dan gema sholawat dalam acara launcing program tersebut ialah untuk mengkampanyekan sholawat di tengah- tengah masyarakat.

“Kami berharap, dengan bersholawat kita akan mendapatkan berkah dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Fadholi, yang ikut dalam kegiatan itu menyampaikan aspresiasi setinggi- tngginya kepada MWC NU Kecamatan Pegandon yang sudah melaunching program tersebut.

“Semoga program yang dirancang MWC NU Pegandon ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Fadholi, pihaknya sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan sholawat yang digelar MWC NU dalam rangka launcing program “Wajib Mengaji Setelah Magrib dan Mematikan Siaran Televisi dan Handphone di Waktu Magrib”.

“Melihat antusias masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti kegiatan sholawat ini saya sangat bangga dan bersyukur, dengan begitu masyarakat bisa bersatu, guyup rukun, Kegiatan seperti ini harus terus ditumbuhkan sebagai bentuk kepasrahan diri dan ketakwaan kita sebagai manusia kepada yang maha kuasa,” paparnya.

Fadholi menyampaikan, dirinya merasa terpanggil untuk mendukung kegiatan yang sangat luar biasa tersebut.

“Kita bersama mendoakan negeri ini agar mendapatkan pemimpin yang jujur dan amanah, tidak arogan, merakyat, mengayomi, sehingga Indonesia menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

Selain itu, kata Fadhomi, dengan digelarnya sholawatan ini bangsa Indonesia senantiasa terjaga dari keburukan dan perbuatan yang menghalalkan segala cara.

“Kita semua berdoa dan bersholawat itu sebagai wasilah, agar bangsa Indonesia selalu dilindungi, dihindarkan dari keburukan dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *