Dindagkop UKM Blora Dorong Pelaku Usaha Naik ke Pasar Digital

Advertisement

JATENG MEMANGGIL – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus terus bergerak maju memasuki era teknologi yang semakin berkembang, karena mau tidak mau dan suka tidak suka, itu semua akan dilalui. Sehingga, yang tidak mengikuti akan tertinggal dan tidak bisa berkembang sesuai harapan.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kiswoyo, belum lama ini.

“Kami selaku Dindagkop UKM Kabupaten Blora terus berupaya mendorong pelaku usaha untuk naik ke pasar digital agar dilirik oleh banyak masyarakat,” katanya pada tim Media Memanggil, ditulis Minggu (21/1/2024).

Menurutnya, para pelaku usaha perlu bergeser ke pasar digital. Terlebih, pasar digital turut dilirik oleh banya pelaku usaha lain.

Dindagkop UKM Kabupaten Blora, lanjut Kiswoyo, mempunyai peran penting untuk memberi pemahaman terkait meningkatkan kapasitas serta merubah mindset para pelaku usaha.

Dingdakop UKM Blora Fasilitasi Pelaku Usaha

Karena itulah, Dindagkop UKM Kabupaten Blora melalui instansinya mengundang berbagai pihak yang dibutuhkan para pelaku usaha untuk sharing ilmu serta menjalin ikatan kerja sama.

“Contohnya terkait dengan permodalan, kami akan mengedukasi para pelaku usaha tentang permodalan. Tak sampai di situ, kami hadirkan pula lembaga perbankan dan lembaga keuangan mikro,” ucapnya.

Kiswoyo menjelaskan bahwa Dindagkop UMKM Blora berkewenanangan untuk menangani usaha mikro. Terkait dengan aturan bahwa daerah itu dulunya kecil, sekarang mikro.

“Jadi kalau mikro itu dulu modalnya 0 sampai 50 juta. Sekarang modal untuk mikro itu 0 sampai 1 miliar. Maka, ketika ada perubahan modal dan transaksi, UMKM-UMKM itu menjadi mikro semua, nah itu yang mnjadi kewenangan daerah,” jelasnya.

Jumlah UMKM di Blora

Adapun jumlah UMKM di Kabupaten Blora Berdasarkan data Dindagkop UKM, yakni sejumlah 13.244.

Kiswoyo menjelaskan, 13.224 UMKM tersebut adalah UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha alias NIB.

“Artinya mereka itu yang terdata oleh Dindagkop UKM Kabupaten Blora. Jadi surat izin itu akan terkoneksi dengan kita,” jelasnya

Kiswoyo menjelaskan, di Kabupaten Blora terdapat banyak jenis usaha yang bergerak di bidangnya masing-masing.

“Ada yang biang jasa, produk makanan olahan, produk-produk pertanian, manufaktur dan masih banyak lagi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *