Kepala Dinas PMD Blora: Kearifan Lokal Kunci Kemajuan Desa

Advertisement

JATENG MEMANGGIL – Potensi Masyarakat seperti kearifan lokal merupakan kebanggaan Pemerintah Kabupaten Blora. Ada banyak kearifan lokal yang tersebar di desa-desa di 16 kecamatan, yang kini jadi warisan luhur, berupa seni, budaya atau tradisi terentu yang menjadi bagian tak terpisahkan masyarakatnya.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, pada umumnya budaya adalah warisan dari generasi ke generasi. Maka dari itu, budaya dapat diajarkan dan dipelajari oleh kelompok masyarakat yang dimiliki dan dilakukan bersama oleh anggotanya atau masyarakat sekitar.

“Meski demikian, budaya memiliki batasan sendiri yakni hanya berlaku pada kelompok tersebut dan tidak mengikat kelompok yang lain,” tegasnya pada tim Media Memanggil, ditulis Sabtu (13/1/2024)

Yayuk Windrati kemudian memberikan sejumlah contoh kearifan yang kuat dan berkembang di Kabupaten Blora. Antara lain sebagai berikut:

  1. Masyarakat Samin Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.
  2. Manganan Janjang atau sedekah Bumi Desa Janjang, Kecamatan Jiken.
  3. Haul Syeh Abdul Qohar Desa Ngampel Kecamatan Blora.
  4. Kampung Samin Sedulur Sikep Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong.

Menurut Yayuk Windrati, untuk kegiatan itu, Dinas PMD Kabupaten Blora kerap berkolaborasi dengan sejumlah instansi. Misalnya dengan Pemerintah Desa atau dengan instansi pemerintah lain, sesuai tema dan konteknya.

“Jadi kita memfasilitasi dalam Pelestarian Adat dan Sosial Budaya melalui Pembentukan Satgas di tingkat Desa dan sosialisasi serta Pengukuhan Kader Melalui Surat Keputusan (SK) di tingkat Desa,” ujarnya.

Yayuk Windrati menyebutkan, potensi kearifan lokal budaya merupakan warisan dari generasi ke generasi yang dimiliki masyarkatnya.

Maka dari itu, perlu adanya penguatan profil budaya yang bersifat mengikat dan menjadi ciri khas kearifan lokal suatu daerah itu sendiri.

“Dengan adannya hal ini mampu menjadi daya tarik wisata dari luar daerah yang akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, tentu kita mendorong kegiatan ini,” tandasnya.

Dicontohkan oleh Yayuk Windrati, seperti kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan semangat gotong royong dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan.

Kegiatan BBGRM ini menjadi salah satu program yang dilaksanakan Pemerintah setiap tahun.

“Dengan menampilkan budaya lokal daerah Kesenian seperti Barongan, tari kolosal, serta Grebeg Gunungan hasil Bumi dan makanan khas asli Kabupaten Blora,” paparnya.

Yayuk Windrati mengaku keragaman Budaya menjadi ciri yang membedakan antara budaya daerah satu dengan daerah yang lainnya.

Meski demikian, budaya memiliki batasan sendiri yakni hanya berlaku pada kelompok tersebut dan tidak mengikat kelompok yang lain sehingga saling melengkapi satu dengan yang lainnnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *