Dindagkop UKM Blora Gandeng BUMN dan Swasta Bantu Pemasaran Produk UMKM

Advertisement

JATENG MEMANGGIL – Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Kiswoyo melalui Kepala Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Wisnu Bambang Wijanarko mengatakan, instansinya berupaya menggandeng sejumlah perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tujuannya yaitu membantu dan meningkatkan perdagangan produk UMKM yang ada di Kabupaten Blora.

“Kita memfasilitasi produk apa saja di Kabupaten Blora. Yaitu membuka jaringan ke beberapa perusahaan swasta dan BUMN. Ini menjadi hal penting dalam pengembangan usaha UMKM di Blora untuk ke depannya,” ujarnya pada tim Media Memanggil, ditulis Senin (22/1/2024).

Wisnu menyebutkan, ada beberapa BUMN yang selama ini terlibat membantu UMKM dan perusahaan swasta untuk permodalan. Seperti dengan Exxon Mobile, Bank BNI, Bank BRI, Bank Jateng dan BKK. Ada juga dari Lembaga Amil Zakat (Lazis) membantu permodalan dan peralatan produksi.

Selain itu, lanjutnya, DindagkopUKM Blora juga bermitra dengan perusahaan swasta. Seperti dengan pasar swalayan seperti Luwes, Bravo juga Alfamart dan Indomart. Kemudian membuka jaringan pemasaran di stand Bandara Adi Sumarmo Solo serta membuat display dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora.

“Kita upayakan sebanyak mungkin bermitra dengan perusahaan swasta besar, untuk membantu perdagangan produk UMKM di Kabupaten Blora. Suah lama kita bermitra,” papar Wisnu.

Bermitra dengan Daerah Tetangga

Pemerintah Kabupaten Blora lewat Dindagkop UKM juga membuka jaringan kerjasama dengan kabupaten daerah tetangga. Kemitraan dilakukan untuk menunjang perdagangan dan produk UMKM dari Blora.

Bentuk kerjasamanya yaitu, bekerjasama di bidang pemasaran untuk produk-produk unggulan di Kabupaten Blora. Yaitu dengan Pemerintah Kabupaten Rembang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kemudian membuka jaringan dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoero dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Kita interaktif terus-menerus. Seperti pengembangan untuk perdagangan produk unggulan Blora. Seperti cinderamata, atau meubel meja kursi, dan kerajinan kayu jati. Jadi ini, membuka celah tidak hanya pemasaran lokal, regional tapi bahkan tingkat nasional,” kata Wisnu.

Yang juga tak kalah menarik, Dindagkop UKM Kabupaten Blora juga mengembangan lewat pasar digital. Seperti bermitra dengan Buka Lapak, Sophie, dan lainnya.

“Jaringan yang kita laksanakan selama ini, tak hanya pasar manual tetapi juga digital. Praktisnya untuk meningkatkan produk UMKM Blora,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *