JATENG MEMANGGIL.CO- Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC Kabupaten Kendal) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Hotel Sae Inn Kendal pada Minggu (19/4/2026) malam, dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat soliditas dan arah gerak organisasi di tingkat daerah.
Perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah, Kholid Abdillah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muscab bukan hanya sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan.
Ia menilai, forum tersebut menjadi sarana penting untuk membaca sejauh mana kapasitas dan pengaruh partai di tengah masyarakat.
Menurut Gus Kholid, sapaan akrabnya, melalui Muscab, partai dapat melakukan pemetaan kekuatan, baik dari sisi struktur organisasi, jaringan kader, maupun tingkat kepercayaan publik.
Dalam paparannya, Kholid menyoroti pentingnya penguatan tiga aspek utama yang menjadi fondasi kekuatan PKB, yakni matra darat, matra laut, dan matra udara. Ketiganya dinilai harus berjalan beriringan agar partai mampu berkembang secara optimal.
"Matra darat itu berkaitan dengan kokohnya struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah, seperti DPAC dan ranting," katanya.
Sementara, lanjut Gus Kholid, matra laut menggambarkan kekuatan jaringan sosial serta kedekatan kader dengan masyarakat di berbagai lapisan.
"Adapun matra udara merujuk pada pemanfaatan media sosial dan strategi komunikasi publik yang efektif dalam membangun citra serta memperluas pengaruh partai di era digital," tandasnya.
Ia menegaskan, apabila ketiga matra tersebut dapat diperkuat secara seimbang, maka PKB tidak hanya sekadar eksis, tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan dominan.
Selain itu, Kholid juga mengajak seluruh jajaran untuk melakukan evaluasi menyeluruh pasca Pemilu 2024. Evaluasi tersebut mencakup kinerja relawan, kekompakan struktur, hingga peran para calon legislatif dalam mendongkrak perolehan suara.
Ia menekankan bahwa proses evaluasi harus dilakukan secara terbuka dan objektif sebagai bahan perbaikan ke depan.
Di sisi lain, Kholid mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan internal. Ia mengakui dinamika dalam organisasi merupakan hal yang tidak terhindarkan, namun harus segera diselesaikan agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Menurutnya, setelah seluruh proses organisasi selesai, semua pihak harus kembali bersatu demi memperkuat barisan partai.
Lebih lanjut, ia menyebut kesiapan menghadapi agenda politik mendatang tidak hanya bergantung pada kekuatan finansial, tetapi juga pada keteguhan ideologi, kekuatan narasi perjuangan, serta kemampuan kader dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kholid juga menekankan perlunya membuka ruang lebih luas bagi generasi muda. Ia menilai kehadiran generasi Z sangat penting dalam membawa energi baru dan inovasi bagi partai.
“Ke depan, peran anak muda sangat menentukan. Mereka perlu diberi kesempatan dan kepercayaan untuk terlibat aktif,” tutupnya.