JATENG MEMANGGIL.COM Semangat membangun desa yang mandiri dan berdaya saing menjadi pesan utama dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap III yang digelar di Kabupaten Semarang, Rabu (11/3/2026). 

Kegiatan tersebut menghadirkan anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Fadholi, sebagai narasumber utama.

Dalam kesempatan itu, Fadholi menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional. 

Menurutnya, cita-cita mewujudkan desa yang berdaulat tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus diperkuat dengan pemahaman nilai-nilai kebangsaan yang kokoh.

Mengusung tema “Desa Berdaulat Membangun Kemandirian dengan Semangat Kebangsaan”, kegiatan sosialisasi ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Desa yang maju adalah desa yang mampu mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri, namun tetap berlandaskan semangat persatuan dan kebangsaan. Ketika masyarakat memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, maka pembangunan akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Fadholi di hadapan peserta sosialisasi.

Ia menjelaskan, tantangan global yang semakin kompleks menuntut masyarakat desa untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan. Dengan demikian, masyarakat akan mampu menghadapi berbagai perubahan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga yang hadir aktif berdialog dan menyampaikan berbagai pandangan terkait pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Fadholi berharap masyarakat semakin memahami bahwa semangat gotong royong, persatuan, dan cinta tanah air merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa dimulai dari desa. Ketika desa mampu berdiri kokoh dengan semangat kebangsaan yang kuat, maka Indonesia akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Salah satu peserta, Abdullah mengaku sangat senang sekali dan dengan mengikuti kegiatan tersebut bisa menambah wawasan kebangsaan.

"Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat secara umum," pungkasnya.